Bayangkan, bagaimana bila Sorong Selatan hari ini dijatuhi bom dengan bom yang sama dengan kota Hiroshima 78 tahun yang lalu, apakah yang akan terjadi ?
Bayangkan, bagaimana bila Sorong Selatan hari ini dijatuhi bom dengan bom yang sama dengan kota Hiroshima 78 tahun yang lalu, apakah yang akan terjadi ?
Agustus 1945, bom atom yang diberi kode nama "Little Boy (Anak Kecil)" diledakkan di atas kota Hiroshima. Bom atom "Little Boy" yang dibawa oleh pesawat Enola Gay ini memiliki kekuatan ledakan sebesar 15 kiloton TNT hingga dapat membunuh 90.000 sampai 146.000 orang di Hiroshima pada waktu itu .
Coba bayangkan bagaimana bila bom
atom tersebut dibawa ke Sorong Selatan dan diledakkan di atas Lapangan Trinati
pada hari ini ? apa yang akan terjadi ?
Pada pukul 08.15, Agus sedang
bersepeda di sekitar Taman Trinati. Lalu, pesawat yang membawa bom atom
"Little Boy" melepaskan bom tersebut dan meledak diatas ketinggian
580 meter di atas permukaan Lapangan Trinati. Agus yang sedang bersepeda pada
pagi hari di sekitar Taman Trinati, tubuhnya akan langsung menguap. Orang-orang
yang berada dalam radius 180 meter persegi bahkan tidak menyadari mereka akan
tewas pagi itu.
Dalam radius 370 meter, segala
sesuatu yang berada dalam kawasan ini akan hangus. Pohon, rumah, mobil, kantor
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (DUKCAPIL), hingga mace penjual pinang
akan tewas seketika.
Ateng adalah seorang tukang ojek.
Pada pagi itu, ateng sedang mangkal untuk menunggu penumpang di dekat Bank BRI.
Dalam waktu sepersekian detik tubuhnya akan langsung terbakar tanpa mampu
merasakan sakit. Makhluk hidup yang berada dalam radius 1,2 kilometer dari
pusat ledakan akan terkena akibat dari ledakan tersebut yang menyebabkan
seluruh kulit dan sarafnya terbakar hingga tidak mampu merasakan sakit.
La Kafu sedang berbelanja di sebuah
toko besar pada pertigaan wermit. Pada pukul 08.15 saat bom atom tersebut
meledak, La Kafu menyadari ada cahaya aneh yang bersinar terang menyelimuti
toko tersebut. Kemudian, toko tersebut ambruk dan La Kafu pun tidak sadarkan
diri. Beberapa jam kemudian, tim penyelamat berhasil menyelamatkan La Kafu yang
selamat dalam ledakan bom tersebut dan sedang
tertimpa reruntuhan bangunan toko. Namun tujuh tahun kemudian, La Kafu
meninggal dunia akibat leukimia. Korban yang selamat dalam radius 1,6 kilometer
dari pusat ledakan akan meninggal dunia akibat kanker.
Mama Kiki sedang berjualan nasi
kuning pagi itu. Ia sedang menyajikan nasi kuning kepada para pelanggannya di
Pasar Kajase saat bom atom tersebut meledak. Dalam sekejap, tubuh Mama Kiki dan
pelanggannya akan terbakar dan menderita luka bakar tingkat kedua. Bahkan
beberapa pelanggan Mama Kiki tidak akan selamat. Mereka yang selamat akan
menerima rasa sakit yang luar biasa selama beberapa minggu ke depan.
Orang-orang yang berada dalam radius 2,3 kilometer dari pusat ledakan akan
terkena dampak dari ledakan bom atom tersebut, termasuk Mas Yono yang sedang
mengaduk semen di Terminal Pasar Kajase.
Agung sedang mengantarkan paket pertamanya pada hari itu dari Pasar Ampera ke Manelek. Merasa sedikit lelah, ia kemudian memutuskan beristirahat sejenak di depan Kantor KNPI Sorong Selatan. Tepat saat sedang meneguk kopi yang sudah ia buat bom atom diledakkan. Kilatan cahaya dari efek bom tersebut akan membutakan mata agung dalam seketika. Mata agung tidak akan berfungsi selama 40 menit kedepan. Matanya juga akan rusak permanen. Orang-orang yang berada dalam radius 4,5 kilometer dari pusat ledakan akan mengalami gelombang kejut dan kilatan cahaya dari bom atom tersebut.
Ledakan yang dihasilkan dari bom
atom akan membakar habis semua hal yang berada dalam radius 11,5 kilometer persegi.
Simulasi ini meniru persis peristiwa ledakan bom atom “Little Boy” pada Agustus
1945. Seandainya bom atom itu diledakkan tepat di atas permukaan tanah kota
Hiroshima, kota tersebut tidak akan bisa dihuni hingga saat ini.
Sumber:
https://www.ncpedia.org/anchor/classroom-activity-tale-two
https://military-history.fandom.com/wiki/Atomic_bombings_of_Hiroshima_and_Nagasaki
https://sorongselatankab.bps.go.id/publication.html?page=2
http://repository.unsada.ac.id/3439/.pdf
https://www.atomicarchive.com/resources/documents/bombing-survey/section_III.html
penulis: fhrull.rasyd
.
Label: Penerangan


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda